Berita UtamaFeatureOpiniSultra

Sistem Sekuler Penyubur Kemaksiatan

143
×

Sistem Sekuler Penyubur Kemaksiatan

Sebarkan artikel ini
Sistem Sekuler Penyubur Kemaksiatan
Anggita Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) FOTO: ISTIMEWA

Indonesia darurat bencana! Kemaksiatan demi kemaksiatan terjadi diberbagai kalangan, seolah menjadi hal yang biasa terjadi. Bagaimana tidak, hampir setiap hari terdapat berita-berita tentang kemaksiatan yang disuguhkan oleh acara berita pertelevisian. Baik yang dilakukan oleh individu bahkan ada yang melakukan secara berkelompok dan memiliki organisasi tersendiri.

Hal yang menghebohkan baru-baru ini yaitu kemaksiatan yang dilakukan oleh kalangan artis. Sebagaimana Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Cara para mucikari menjalankan aksinya yaitu dengan mempromosikan artis atauapun selegram melalui akun instagramnya. Subdit cyber Polda Jawa Timur juga mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan artis ibukota di Surabaya pada Sabtu (5/1). Pada kasus tersebut polisi mengamankan artis berinisial VA, model bersinisial AS, satu asisten dan dua mucikari.

Kebebasan yang sangat dijunjung tinggi saat ini menjadikan hal itu terjadi dengan  mudah diberbagai kalangan. Negara yang menganut sistem sekuler dengan paham kebebasan yang diembannya menjadikan setiap individu yang terpapar bebas untuk berperilaku,tanpa memperdulikan norma-norma dalam agama yang dianutnya.

Hukum yang diterapkanpun tidak menjadikan para pemberi dan penerima jasa menjadi jera. Pasalnya, karena hukum yang terkenal “Tajam kebawah tumpul keatas” tidak membuat mereka menjadi takut untuk melakukan hal tersebut.

Dalam Islam, memiliki solusi yang sangat tuntas dalam menghilangkan kemaksiatan, yaitu dengan menerapkan sebuah sanksi yang tegas bagi pelakunya, sehingga seseorang yang ingin melakukan kemaksiatan menjadi takut serta jera. Berbeda dengan kondisi saat ini, yakni ketika sistem sekuler menjadi sumber aturan. kemaksiatan yang terus terjadi dan semakin meningkat dalam sistem saat ini menjadi salah satu gambaran bahwa sanksi yang diberikan bagi para pelaku tidak tegas sehingga tak memberikan efek jera. Maka tak heran jika negara yang menerapkan sistem sekuler ini akan memiliki tingkat kemaksiatan yang tinggi. Maka sudah sepantasnya negara meninggalkan sistem yang menyuburkan kemaksiatan dan menggantinya dengan aturan yang lebih baik. Wallahua’lam.  

Penulis: Anggita Safitri (Mahasiswi UHO)

PUBLISHER: MAS’UD