
KENDARI, TEGAS.CO – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2.9 mengguncang wilayah Timur Laut Sabulakoa, Konawe Selatan, pada Kamis (18/9/2025) sore. Guncangan tersebut dilaporkan dirasakan masyarakat di Konawe dan Kota Kendari.
Berdasarkan informasi resmi dari Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, S.T., M.Geo, gempa terjadi pada pukul 18:26:40 Wita. Episenter gempa terletak pada koordinat 4.02 Lintang Selatan dan 122.29 Bujur Timur, atau tepatnya di darat pada jarak 2 kilometer arah Timur Laut dari Sabulakoa, Konawe Selatan.
Gempa tersebut bersumber pada kedalaman dangkal, yakni 5 kilometer. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Aktif di Timur Laut Sabulakoa,” jelas Rudin.
Tingkat guncangan gempa di Konawe dan Kendari tercatat sebesar II MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 18:49 Wita menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa susulan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk:
1. Menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa.
2. Memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
3. Waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum tercatat.
Pihaknya akan terus memantau perkembangan terkini dan memberikan informasi lebih lanjut jika ada pembaruan data.
Publisher: Mas’ud







Komentar