Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye

Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye
Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye

SULAWESI TENGGARA, TEGAS.CO – Bendera Merah Putih berkibar bangga di kancah internasional berkat prestasi gemilang dua putra terbaik Sulawesi Tenggara (Sultra). Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sultra, Mulyadi Umar, bersama AIPTU Hamzah Basri dari Polres Kolaka Utara (Kolut), berhasil meraih Juara Kedua dalam Turnamen Memancing Internasional Ketiga yang digelar Rosatom di perairan dekat lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu, Mersin, Turkiye, pada 21–22 Oktober.

Tim Indonesia ini berhasil mencatatkan total tangkapan ikan seberat 6,5 kg, hanya terpaut tipis dari Juara I Hungaria yang mengumpulkan 6,9 kg. Mereka unggul signifikan dari tim Mesir yang menempati posisi ketiga dengan 4,7 kg.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍

Mulyadi Umar, yang mewakili Pemprov Sultra dan pegiat klub Kendari Fishing Adventure (KFA) dan Ilfiani Fishing Store, menyampaikan rasa harunya. “Sangat terharu telah memenangkan tempat kedua,” ujarnya.

Pesan Lingkungan Lewat Mata Kail
Turnamen bergengsi ini diselenggarakan oleh Rosatom, Badan Tenaga Atom Negara Rusia, dengan misi utama yang penting: menepis kekhawatiran publik mengenai dampak PLTN terhadap ekosistem perairan.

“Tujuannya menunjukan bahwa Dampak PLTN terhadap ikan-ikan di sekitar pembangkit listrik Akkuyu Turkiye,” jelas Mulyadi. Meskipun Indonesia belum memiliki PLTN, kehadiran Mulyadi dan Hamzah sebagai perwakilan dari Sultra menunjukkan kemitraan strategis dengan Rosatom.

Kompetisi ini diikuti oleh 14 pemancing dari tujuh negara mitra Rosatom, yakni Hungaria, Mesir, Kazakhstan, Uzbekistan, Afrika Selatan, Turkiye, dan Indonesia.

Strategi ‘Bulu’ Kunci Sukses Tim Sultra
Keberhasilan Indonesia meraih posisi runner-up tidak lepas dari teknik mancing yang unik dan efektif. Mulyadi Umar membocorkan strategi timnya.

“Kami memiliki teknik khusus yang memungkinkan kami menangkap lebih banyak ikan… Kami menggunakan empat atau lima kail dan alih-alih umpan, kami menggunakan sesuatu yang disebut bulu. Metode ini menangkap ikan lebih cepat,” ungkapnya, mengisyaratkan adaptasi kearifan lokal dalam memancing.
Hasil Akhir Turnamen:

Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye
Mulyadi Umar, bersama AIPTU Hamzah Basri dari Polres Kolaka Utara (Kolut) (kanan)

* Juara I: Hungaria (6,9 kg)
* Juara II: Indonesia (6,5 kg)
* Juara III: Mesir (4,7 kg)
* Juara Favorit (Ikan Terbesar): Uzbekistan

Janji Perjuangan di Tahun Mendatang
Melihat selisih yang sangat tipis dengan Juara I, Mulyadi Umar menyampaikan pesan khusus kepada Pemprov Sultra. “Jika masih di utus tahun depan kami akan berupaya untuk merebut Juara I, ada metoda tradisional rahasia yang akan kami gunakan di turnamen mendatang,” tekadnya.

Keamanan Nuklir dan Lingkungan Terjamin

Selama turnamen, kekhawatiran lingkungan dipastikan tidak berdasar. Spesialis pemantauan radiasi dari Akkuyu Nuclear JSC melakukan pengukuran dosis radiasi pada semua ikan yang tertangkap, dan hasilnya mengonfirmasi bahwa ikan-ikan tersebut aman dari paparan radiasi.

Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye
Membanggakan! ASN BPKAD Sultra Raih Juara II di Turnamen Mancing Internasional Rosatom Turkiye

Alexandra Yustus, Wakil Direktur Jenderal untuk Komunikasi di Rosatom International Network, menegaskan bahwa acara ini “membantu membangun kepercayaan pada tenaga nuklir dan membuktikan bahwa tenaga nuklir dapat menopang bauran energi hijau di masa depan.”

Selain berkompetisi, peserta juga mendapatkan kesempatan istimewa mengunjungi lokasi PLTN Akkuyu, termasuk Terminal Kargo Laut Timur dan Pusat Pelatihan, memperkuat pemahaman tentang teknologi nuklir yang aman dan bertanggung jawab.

PUBLISHER: MAS’UD

Komentar