
KENDARI, TEGAS.CO β Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan penjelasan mendalam terkait pengelolaan aset dan program kerja di bidang transportasi darat pada rapat kerja bersama Komisi III DPRD Sultra, Selasa 18 November 2025.
Dalam paparannya, BPTD menyoroti kondisi Terminal Tipe A Puuwatu yang sepi dan memaparkan rencana ambisius untuk menjadikannya pusat kegiatan multifungsi, serta menekankan pentingnya konektivitas di wilayah Sultra.
BPTD Sultra menyatakan bahwa saat ini mereka mengelola satu-satunya Terminal Tipe A di Sultra, yaitu Terminal Puuwatu, yang disebut sebagai “kebanggaan” provinsi. Namun, kondisi terminal yang dibangun dengan baik ini masih sepi.
“Terminal Puuwatu ini bagus, Pak, namun sayang sepi,” ujar Edi KurniadiΒ BPTD Wilayah II Sultra, seraya menjelaskan bahwa kendaraan yang berangkat menuju atau tiba dari Palopo dan Makassar hanya melintas pada dini hari.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ππππ
Menyikapi hal ini, BPTD Sultra mengusulkan konsep “Mixed-Use” (peruntukan campuran) untuk Terminal Puuwatu agar tidak hanya berfungsi sebagai terminal semata, sekaligus mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
BPTD meminta dukungan anggota Komiai III DPRD Sultra untuk menarik investor dalam merealisasikan mimpi pengembangan Terminal Puuwatu, yang rencananya akan dilengkapi dengan, Pembangunan hotel di area terminal. Rumah sakit, perkantoran, atau kampus, Layanan Publik Terintegrasi dengan bekerja sama berbagai instansi (Disdukcapil, Imigrasi) dan pihak perbankan untuk membuka kantor cabang pembantu atau gerai layanan.
Tujuannya adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota, seperti di kawasan Abeli yang mulai berkembang, agar mereka dapat mengurus surat-surat atau membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus ke Samsat di pusat kota.
BPTD Sultra bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan transportasi darat di jalur nasional. Program kerja yang diprioritaskan meliputi, Pengadaan dan pemasangan rambu, marka jalan, serta Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL).
Penanganan lokasi rawan kecelakaan (Laka) di Kabupaten Konawe, serta pemasangan paku jalan di Kolaka, Konawe Selatan, Kota Kendari, Konawe, dan Kota Bau-Bau. Mengelola Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di Sabilambo, yang dilengkapi dengan rest area dan musollah.
BPTD juga berencana bekerja sama dengan pihak ketiga (bengkel resmi seperti Honda, Suzuki) untuk membuka “Bengkel Siaga” di rest area Sabilambo, khususnya untuk melayani kendaraan yang melintas dari arah Sulawesi Selatan menuju ke Palopo atau Toraja.
Selain Terminal Puuwatu, BPTD Sultra juga mengelola enam pelabuhan penyeberangan dan 8 trayek Angkutan Jalan Perintis yaitu. Pelabuhan penyeberangan meliputi Tobaku (Kolaka Utara) dan pelabuhan yang menghubungkan ke wilayah kepulauan (Wakatobi).
Trayek Angkutan Perintis mencakup jalur-jalur seperti Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan rute-rute penghubung lainnya di wilayah Sultra.
Di akhir paparannya, BPTD menyampaikan bahwa semua kegiatan ini telah direncanakan akan berlanjut di tahun 2025 dan 2026, dan berharap agar anggaran yang telah diajukan tidak mengalami efisiensi dari pusat.
PENULIS: MAS’UD