
KOLAKA, TEGAS.CO โ PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) merespons cepat bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai bentuk kepedulian, Anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID ini menyalurkan bantuan kemanusiaan serta mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi terdampak.
Sekretaris Perusahaan ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen penuh memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel terlatih dan distribusi logistik sesuai kebutuhan mendesak di lapangan.
“ANTAM terus memastikan dukungan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan berkelanjutan,” ujar Wisnu dalam keterangan resminya.
Dalam operasi kemanusiaan ini, ANTAM menerjunkan personel Emergency Response Group (ERG) yang didatangkan dari berbagai unit operasi dan anak usaha.
Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐๐๐๐
Tim ini difokuskan untuk membantu proses evakuasi warga, memberikan pertolongan pertama, serta menyediakan layanan dukungan medis di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak.
Selain personel, ANTAM juga menyalurkan berbagai bantuan logistik vital. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, makanan bayi, beras, minyak goreng, obat-obatan, kasur lipat, selimut, hingga perlengkapan ibadah.
Untuk mendukung operasional darurat, perusahaan juga mengirimkan genset dan perangkat internet satelit portabel.
Wisnu memastikan seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi ketat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan posko terpadu instansi terkait, guna menjamin bantuan tepat sasaran.
Bantuan Teknologi dari Kolaka
Secara khusus, Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka turut mengambil peran strategis dalam penanganan bencana ini dengan mengirimkan bantuan teknologi komunikasi.
UBP Nikel Kolaka menyediakan 10 unit internet satelit Starlink untuk memulihkan jaringan komunikasi yang terputus akibat bencana.
Sebanyak 5 unit didistribusikan ke Kabupaten Aceh Utara, sementara 5 unit lainnya ditempatkan di Kota Lhokseumawe.
Keberadaan perangkat ini diharapkan dapat memperlancar koordinasi tim gabungan selama masa tanggap darurat berlangsung.
LAPORAN: ASDAR