Hanura Sultra Bidik “Lumbung Suara” di Muscab Serentak

Hanura Sultra Bidik "Lumbung Suara" di Muscab Serentak
Hanura Sultra Bidik “Lumbung Suara” di Muscab Serentak

KENDARI, TEGAS.CO – Aroma semangat baru menyeruak di salah satu ruang pertemuan di Kota Kendari, Kamis (5/2/2026). Warna oranye kunyit mendominasi, menandakan hajatan besar sedang berlangsung. Bukan sekadar pertemuan rutin, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulawesi Tenggara (Sultra) hari itu tengah menabuh genderang konsolidasi lewat Musyawarah Cabang (Muscab) IV Serentak.

Di hadapan para kader, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Dg Pabali, MM, berdiri tegap di podium. Sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) IX DPP Partai Hanura yang membawahi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, kehadirannya membawa pesan khusus dari pusat.

Adeni terdengar berwibawa namun hangat saat menyapa para kader. Ia membuka sambutan dengan salam lintas agama, menegaskan wajah Hanura yang majemuk.

“Tentunya yang sama-sama kita hormati dan kita banggakan, Bapak Ketua DPD Hanura Sulawesi Tenggara, Bapak Haji Fajar Ishak Daeng Jaya,” ucap Adeni mengawali sapaannya, memberikan penghormatan tinggi kepada tuan rumah.

Ia juga tak lupa menyapa para pakar penasehat dan pengurus DPD yang mendampingi, serta para calon Ketua DPC yang siap berkontestasi.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini 👇👇👇👍

Adeni membawa “oleh-oleh” penting dari Jakarta: salam hormat dari Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Hanura.

Ia menekankan bahwa momentum di Kendari ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan serentak partai di berbagai wilayah, sebuah sinyal bahwa mesin partai di level nasional sedang bergerak dinamis.

Semangat yang dibawa Adeni gayung bersambut dengan visi Ketua DPD Hanura Sultra, H. Fajar Ishak Dg Jaya. Bagi Fajar, Muscab IV ini adalah titik nol untuk “memanaskan mesin” politik di Bumi Anoa.

Ia menolak jika acara ini dianggap sekadar ritual pengguguran kewajiban organisasi.
“Mari kita rapatkan barisan, satukan tekad untuk menjadikan Sultra sebagai basis kekuatan dan lumbung suara Hanura,” seru Fajar.
Tagline “Wujudkan SULTRA Lumbung Suara HANURA Menuju DAERAH BERDAYA INDONESIA SEJAHTERA” bukan sekadar hiasan spanduk.

Fajar ingin memastikan bahwa dari 17 kabupaten/kota di Sultra, Hanura memiliki akar yang kuat hingga ke tingkat ranting.
Tanggung Jawab Kolegial dan Pekerjaan Rumah Tersisa
Di balik gemuruh semangat, ada realitas organisasi yang disampaikan secara transparan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Sukma Kutana.

Dalam laporannya, Sukma menekankan aspek moralitas dalam berpartai.

“Ini adalah tanggung jawab bersama, tanggung jawab kolegial. Kita harus berada pada posisi on track,” tegas Sukma.

Ia melaporkan kehadiran 14 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari total 17 kabupaten/kota. Tiga daerah Kolaka Utara, Konawe, dan Bombana masih absen dalam forum ini.

Namun, alih-alih menjadi kendala, hal ini justru menjadi pecutan target. “Insya Allah dalam waktu singkat, bulan ini semua harus selesai sesuai janji Ketua DPD,” lapornya optimis.

Menuju Hanura yang Bangkit
Muscab IV ini menjadi etalase soliditas Hanura Sultra di tahun 2026.

Perpaduan antara arahan strategis dari DPP melalui Brigjen Pol (Purn) Adeni Muhan, ketegasan visi H. Fajar Ishak, dan kedisiplinan organisasi yang ditekankan panitia, membentuk satu narasi besar: Hanura Sultra sedang berbenah serius.

Saat yel-yel “Hanura: Bangkit, Jaya, Menang!” menggema di akhir sesi, pesan itu tersampaikan dengan jelas. Dari Kendari, Partai Hanura Sultra tidak hanya ingin menjadi peserta, tetapi bertekad menjadi penentu peta politik di masa depan.

MAS’UD

Komentar