Berita UtamaSultra

Duduk Bersila di Aspal, Ketua DPRD Sultra Sambut Hangat Aspirasi Ratusan Mahasiswa UHO Kendari

366
×

Duduk Bersila di Aspal, Ketua DPRD Sultra Sambut Hangat Aspirasi Ratusan Mahasiswa UHO Kendari

Sebarkan artikel ini
Duduk Bersila di Aspal, Ketua DPRD Sultra Sambut Hangat Aspirasi Ratusan Mahasiswa UHO Kendari
Duduk Bersila di Aspal, Ketua DPRD Sultra Sambut Hangat Aspirasi Ratusan Mahasiswa UHO Kendari Senin 25 Mei 2026 Foto/Video: MAS’UD

KENDARI, TEGAS.CO – Ratusan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar aksi unjukrasa damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (25/5/2026).

Aksi ini ditujukan untuk mendesak pimpinan dan anggota DPRD Sultra agar segera turun tangan mengevaluasi serta menindak tegas dugaan aktivitas penambangan ilegal.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut kepatuhan perusahaan tambang terhadap kaidah penambangan yang baik (good mining practice) demi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.

Suasana sempat diwarnai riak kecil dan aksi saling dorong ketika massa menyalakan ban bekas di area halaman gedung.

Namun, situasi tersebut berhasil diredam dengan cepat berkat pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh aparat keamanan dan jajaran pimpinan legislatif.

Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, bersama Wakil Ketua H. Herry Asiku, Ketua Komisi I, La Isra, dan Anggota Komisi III H. Halik, langsung turun ke jalan untuk menemui para pengunjuk rasa.

Tanpa sekat pembatas, para legislator tersebut bersama puluhan perwakilan mahasiswa langsung membentuk lingkaran besar dan duduk bersila bersama di atas aspal jalan depan Sekretariat DPRD Sultra untuk berdialog secara sehat kepala dingin.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang orator perwakilan mahasiswa menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai dampak aktivitas pertambangan di beberapa wilayah Sultra, salah satunya di Torobulu, Konawe Selatan (Konsel).

“Kami menyuarakan kondisi rumah-rumah masyarakat di Torobulu yang terancam akibat aktivitas pertambangan karena penggaliannya sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Hal serupa juga menjadi perhatian kami di Wawonii dan Kabaena,” ujar perwakilan mahasiswa tersebut dengan lugas namun tetap tertib.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan secara terbuka tersebut, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala memberikan penjelasan mengenai batasan wewenang dan fungsi kedewanan yang meliputi penganggaran (budgeting), pengawasan, dan legislasi.

Ia menegaskan, pihak DPRD berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi masyarakat ini ke tingkat yang lebih tinggi.

“Tentu ada kebijakan-kebijakan yang ranahnya berada di kementerian terkait atau instansi kepolisian. Namun, terkait aspirasi yang disampaikan hari ini, kami tegaskan, kami hadir di tengah-tengah adik-adik mahasiswa sekalian untuk menerima masukan ini secara resmi. Kami siap membuatkan surat pengantar dan menindaklanjuti tuntutan ini ke pihak-pihak berwenang agar didapatkan solusi terbaik bagi masyarakat,” tutur La Ode Tariala di hadapan massa aksi yang disambut dengan tepuk tangan riuh.

Sementara itu, Anggota Komisi III H. Halik mengungkapkan, pihaknya dari lembaga kedewanan sebenarnya telah turun langsung memantau beberapa lokasi penambangan, termasuk yang berada di Torobulu, sebagai bentuk fungsi pengawasan.

Pertemuan dialogis yang berlangsung dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan ini akhirnya ditutup dengan tertib setelah para mahasiswa menyerahkan berkas tuntutan secara simbolis kepada pimpinan DPRD Sultra.

Usai menyerahkan dokumen, massa aksi membubarkan diri secara mandiri dengan tertib dan kembali ke kampus masing-masing.

PUBLISHER: MAS’UD