Menjalin Ekologi dan Ketahanan Pangan dari Jantung Kota Kendari
Sebarkan artikel ini
Post Views: 1499
Kawasan Anjungan Teluk Kota Kendari saat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus dan Wakil Wali Kota, Sudirman, memimpin langsung aksi bersih-bersih lingkungan, melibatkan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat pada Jumat 29 Mei 2026.Foto: Pemkot Kendari
OLEH: MAS’UD, S.H., C.M.L.C Pimpinan redaksi tegas.co
Wajah sebuah kota tidak cuma dicermikan oleh megahnya infrastruktur fisik. Melainkan bagaimana dinamika sosial, kebijakan lingkungan, dan ketahanan hidup warganya dikelolah secara baik dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan hal itu, hari ini, Jumat 29 Mei 2026, pemerintah Kota Kendari memberikan sebuah potret penting mengenai bagaimana sebuah daerah bergerak secara simultan.
Tentu, untuk merawat ekologi sekaligus memperkuat fondasi logistik dan pangan bagi masyarakat yang dicintainya.
Tengok saja! Aktivitas yang berlangsung di Kawasan Anjungan Teluk Kota Kendari. Sebuah pertunjukkan sebagai tanda sinyal positif.
Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus dan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, memimpin langsung aksi bersih-bersih lingkungan, melibatkan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ini merupakan aksi nyata dalam Gerakan Indonesia Asri. Gerakan ini meeupakan inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal ini membawa pesan subtansial, kelestarian lingkungan hidup memerlukan komitmen kolektif, intervensi struktural, dan keteladanan dari birokrasi pemerintahan Kota Kendari.
Kita ketahui, Teluk Kendari selama ini merupakan urat nadi ekologis sekaligus lanskap estetika kota. Ketika ribuan ASN dan warga menyisir pesisir dari sampah plastik dan limbah rumah tangga, ada sebuah edukasi publik yang sedang disebarkan.
Sejauh ini persoalan sampah khususnya di Kota Kendari sebagaimana ditegaskan oleh Wamendagri, telah bergeser dari sekadar masalah kebersihan menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan wilayah.
Inilah kesempatan melalui budaya gotong royong yang kita dihidupkan kembali, pemerintah daerah berupaya mengikis sikap apatis masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
Menyeimbangkan Ekologi dan Stabilitas Domestik
Di Kota Kendari tidak akan mampu merawat lingkungannya dengan baik jika perut warganya didera kecemasan akibat ketidakpastian ekonomi.
Kesadaran inilah, tampaknya melandasi langkah Pemerintah Kota Kendari untuk tidak melepaskan fokus dari isu kesejahteraan dasar bagi masyarakat.
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perdagangan komoditas unggulan antar-daerah pada Jumat 29 Mei 2026. Foto: Dok Pemkot Kendari
Pada hari yang sama di Kota Kendari, Pelataran Kantor Balai Kota dipadati warga dari berbagai pelosok, memanfaatkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah disediakan pemkot
Langkah cepat ini mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat atas konsistensi yang telah digelar hingga ratusan kali demi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di Sulawesi Tenggara lhususnya Kota Kendari.
Ketahanan Kota Kendari sedang diuji dari kemampuannya menyeimbangkan pemulihan ekologi dengan penyediaan kebutuhan hidup mendasar yang terjangkau bagi warganya.
Ini adalah upaya pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan pangan harian bagi warga memang memerlukan ruang akselerasi yang lebih luas dari sekadar pasar murah berkala.
Sehingga, langkah taktis berikutnya yang diambil oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) perdagangan komoditas unggulan antar-daerah, adalah sebuah keputusan yang sangat visioner dannpatut diapresiasi.
Di Sidrap telah lama mapan secara nasional sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan (SulSel), khususnya pada sektor pertanian dan peternakan.
Bagi Kota Kendari, kerja sama bilateral ini merupakan jangkar strategis untuk menjamin kelancaran pasokan komoditas, memotong rantai pasok yang terlalu panjang, dan meredam gejolak harga di pasar domestik khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara
Hal Ini adalah contoh nyata dari konsep kolaborasi antardaerah (KAD) yang kerap didengungkan sebagai kunci utama pengendalian inflasi nasional.
Menuju Tata Kelola Kota Kendari Berkelanjutan
Penting! kita harus melihat ketiga peristiwa besar yang terjadi di Kota Kendari. Ini merupakan satu kesatuan narasi tata kelola pemerintahan yang integratif.
Kita ketahui bersama, lingkungan yang bersih melalui Gerakan Indonesia Asri akan menciptakan kota yang sehat dan produktif.
Sementara itu, kestabilan harga melalui Gerakan Pangan Murah dan kepastian pasokan pangan hasil kerja sama dengan Kabupaten Sidrap akan melahirkan ketahanan sosial-ekonomi yang kokoh.
Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran parkir Balai kota Kendari, Jumat 29 Mei 2026. Foto: DOK Pemkot Kendari
Ujian atau tantangan ke depan tentu berada pada aspek konsistensi pemerintah Kota Kendari untuk menjaga Teluk agar tetap asri. Jangan berhenti saat kantong sampah terakhir diikat pada aksi hari Jumat ini.
Dibutuhkan regulasi persampahan yang ketat dan sistem pengolahan limbah yang modern dengan pasukan armada yang lengkap.
Demikian pula dengan perjanjian kerja sama dagang dengan pemda Sidrap, harus segera ditindaklanjuti secara teknis oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar komoditas unggulan tersebut benar-benar sampai ke tangan warga Kendari dengan harga yang adil.
Selanjutnya langkah sinergis yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkot Kendari bersama lintas sektor, dari Forkopimda, TNI-Polri, hingga kemitraan antardaerah, patut diapresiasi dan ditingkatkan serta dipupuk.
Ketika kerja keras ini membuktikan bahwa dengan kepemimpinan yang responsif dan kolaboratif, tantangan ekologi maupun ancaman inflasi pangan global dapat dihadapi dengan kepala tegak, demi mewujudkan Kota Kendari yang asri, sejahtera, dan tangguh serta relegius.