Sulawesi Tenggara

Pemandu Wisata di Sultra Dapat Pelatihan Public Speaking

296
×

Pemandu Wisata di Sultra Dapat Pelatihan Public Speaking

Sebarkan artikel ini
Dispar Sultra
Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pelatihan Public Speaking Pemandu Wisata Kota Kendari selama dua hari, tanggal 17 hingga 18 Juni 2025 bertempat di salah satu Hotel di Kota Kendari. Foto: Dispar Sultra @ 2025

Tegas.co, Kendari – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Dispar Sultra) menggelar Pelatihan Public Speaking Pemandu Wisata Kota Kendari selama dua hari, tanggal 17 hingga 18 Juni 2025 bertempat di salah satu Hotel di Kota Kendari.

Kegiatan ini diikuti 40 Peserta yang merupakan pemandu wisata, dan menghadirkan 2 narsumber yang memberikan materi hingga praktek ilmu public speaking bagi pemandu wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra H. Belli dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini mengatakan, pentingnya membangun kualitas para pemandu wisata di sultra, mengingat posisi ini sangat strategis dalam dunia kepariwisataan Sultra.

“Pemandu dengan pemahaman narasi tentang destinasi yang dipandu, tidak akan maksimal jika tidak didukung kekuatan komunikasi yang baik. Sehingga betapa pentingnya pengetahuan public speaking dimiliki setiap pemandu itu sendiri,” kata Belli.

Dispar Sultra
Kepala Dinas Pariwisata Sultra H. Belli (ujung kiri) dan Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dispar Sultra, Sri Resqina Ruspian Laydi (ujung kanan) berfoto bersama dengan pemateri dan perwakilan peserta Pelatihan Public Speaking Pemandu Wisata Kota Kendari. Foto: Dispar Sultra @ 2025

Belli juga menegaskan bahwa Pemerinta Provinsi (Pemprov) Sultra terus mendorong sumber daya kepariwisataan untuk lebih berkualitas. Hal ini sejalan dengan kualitas Hospitality di destinasi wisata yang ada di Sultra.

Tidak hanya sebatas berbagai penghargaan telah diraih oleh pariwisata Sultra, namun hospitality atau pelayanan di lokasi wisata menjadi sangat penting. Sehingga peningkatan kapasitas SDM pariwisata menjadi jantung kekuatan hospitality itu sendiri.

“Dan salah satunya melalui kegiatan ini pemerintah provinsi berharap, kualitas pemandu wisata yang mengikuti kegiatan ini terjadi upgrading skill dan kualitas pelayanan terhadap wisatawan,” tuturnya.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Parekraf Dispar Sultra, Sri Resqina Ruspian Laydi mengatakan, peserta diambil dari anggota HPI Kota Kendari, agen perjalanan dan komunitas pariwisata.

“Jadi peserta sudah ada yang tersertifikasi kompetensi ada juga yang belum tersertifikasi tapi sudah menjalankan profesi kepemanduan,” kata Sri.

Pemateri pelatihan public speaking pemandu wisata masing-masing, Muhammad Aswan Zanynu selaku akademisi Universitas Haluoleo (UHO) diantaranya memaparkan terkait Interaksi dan Komunikasi antar Budaya serta mengelola situasi yang tak terduga.

Sementara pemateri lainnya, Buntu Marannu Eppang, juga selaku akademisi poltekpar Makassar dianataranya membahas soal Communication Skill, Story Telling, interpretasi dan Essential Skills For Tour Guide.

Redaksi