Sulawesi Tenggara

Wagub Sultra Tinjau Dapur MBG di Kendari

86
×

Wagub Sultra Tinjau Dapur MBG di Kendari

Sebarkan artikel ini
Dapur MBG
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua meninjau langsung salah satu dapur MBG di Kota Kendari, Senin (29/9/2025). Foto: Istimewa

KENDARI, TEGAS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, melakukan peninjauan langsung lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari yaitu di Markas Komando Satuan Brimob (Makosat Brimob) Polda Sultra dan Rumah Dapur SPPG Tunggala, Kecamatan Wua-Wua, Senin (29/9/2025).

Dalam kunjungannya di dua dapur MBG, Hugua didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sultra dan sejumlah pejabat terkait.

Peninjauan pertama dilakukan di dapur SPPG Makosat Brimob Polda Sultra. Di lokasi ini, Hugua memantau berbagai fasilitas, mulai dari ruang pengolahan, penyimpanan bahan makanan, dapur utama hingga mekanisme distribusi.

Ia mengapresiasi dapur di Makosat Brimob yang dinilainya sudah ideal dalam penerapan SOP.

“Saya lihat ini keren, standar betul. Para pengelola dapur, termasuk pengusaha swasta dan ibu-ibu PKK, sudah bekerja sesuai standar. Program MBG ini adalah program nasional yang wajib kita sukseskan, tidak bisa ditawar,” ungkap Hugua.

Kunjungan ke dua titik dapur MBG di Kendari ini, menurut Hugua, merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam mengawal program prioritas nasional tersebut.

Dapur SPPG
Sesi berfoto bersama di salah satu dapur MBG di Kota Kendari, Senin (29/9/2025). Foto: Istimewa

Ia menyampaikan, keberadaan dapur MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, pada tahun 2025, dana program ini yang beredar hingga tingkat kecamatan diperkirakan mencapai Rp107 triliun, dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp350 triliun ke depan.

“Dana sebesar itu akan menstimulasi petani, nelayan, industri kreatif, hingga koperasi. Jadi, ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga tentang bagaimana membangkitkan fundamental ekonomi bangsa kita dari akar rumput,” ungkapnya.

Hugua menambahkan, manfaat langsung program MBG dapat terlihat dari anak-anak yang mengalami stunting. Dengan asupan makanan bergizi selama beberapa hari saja, perubahan positif sudah dapat terlihat.

“Kalau anak-anak kita yang stunting ini diberi makanan bergizi selama tujuh hari saja, mereka akan berubah. Anak-anak yang tadinya kurang gizi bisa tumbuh menjadi generasi hebat, bahkan calon pemimpin bangsa. Inilah kebesaran MBG, sebuah revolusi peradaban,” jelasnya.

Hugua menekankan pentingnya koordinasi antarlevel pemerintahan, dari pusat hingga daerah, mengingat standar kapasitas dapur MBG berbeda-beda. Ia menyebut surat edaran dari Gubernur Sultra telah dikeluarkan untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

“Pemerintah daerah sampai ke tingkat desa harus saling melengkapi. Surat edaran ini mengatur tata cara koordinasi agar program ini berjalan baik,” katanya.

Selain itu, setiap dapur MBG wajib mematuhi standar sanitasi dan memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

“Ini bukan sekadar teori atau surat edaran. Hari ini saya turun langsung untuk memastikan kenyataan di lapangan. Saya yakin, dengan koordinasi yang baik, program ini akan berkembang pesat dan mulai menunjukkan hasil nyata pada 2026,” pungkasnya.

REDAKSI