
BAUBAU, TEGAS.CO – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjalanan panjang Kota Baubau yang kini telah menginjak usia ke-484 tahun. Usia tersebut mencerminkan kedewasaan sejarah, identitas budaya, serta eksistensi Baubau dalam membangun daerah dan masyarakatnya.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni, namun menjadi ruang refleksi dan evaluasi terhadap capaian pembangunan serta tata kelola pemerintahan yang telah kita jalani bersama,” ucap Gubernur saat memimpin langsung upacara peringatan Hari Jadi ke-484 Kota Baubau di Lapangan Kantor Wali Kota Baubau, Jumat (17 Oktober 2025).
Gubernur Andi Sumangerukka juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik, sosial, dan budaya yang selama ini menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan Kota Baubau.
“Kita patut bersyukur bahwa dinamika kehidupan masyarakat di Baubau menunjukkan arah yang kondusif dan positif. Namun demikian, masih banyak tantangan yang memerlukan perhatian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, maupun generasi muda, untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, mengedepankan kearifan lokal, serta mengatasi persoalan dengan semangat gotong royong.

“Saya yakin, jika semua unsur bersinergi dan bergerak bersama, Insya Allah pembangunan di Kota Baubau akan semakin maju, merata, dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya penuh keyakinan.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin terdahulu, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Baubau dari masa ke masa.
“Mari jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita menjadikan Baubau sebagai kota yang ramah, bermartabat, dan cerdas menuju Sulawesi Tenggara yang aman, maju, sejahtera, dan religius,” imbau Gubernur.
Setelah rangkaian upacara resmi, Gubernur Andi Sumangerukka mengikuti prosesi adat Pakandeana Ana-Ana Maelu, yang merupakan tradisi masyarakat Buton dalam menyambut tamu kehormatan.
Partisipasi Gubernur dalam prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, serta komitmen dalam melestarikan warisan leluhur yang menjadi jati diri masyarakat Baubau.
Tim RedaksiĀ