Sulawesi Tenggara

Pendidikan dan Inovasi di Sultra, Wujudkan Ekonomi Biru Indonesia

174
×

Pendidikan dan Inovasi di Sultra, Wujudkan Ekonomi Biru Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sultra,
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, diwakili oleh Sekda Sultra, Asrun Lio, membuka kegiatan Seminar Nasional bertema Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) pada Rabu (22/10/2025). Foto: Setda Provinsi Sultra @ 2025

KENDARI, TEGAS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor pembangunan ekonomi biru di kawasan timur Indonesia. Kunci utama untuk mencapai tujuan berkelanjutan ini adalah melalui penguatan pendidikan tinggi dan inovasi.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, pada pembukaan Seminar Nasional bertema Indonesia Emas 2045.

Seminar bergengsi ini diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) pada Rabu (22/10/2025).

Seminar FPIK UHO yang menghadirkan narasumber dari kementerian, akademisi, peneliti, dan praktisi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong penguatan ekonomi biru di kawasan timur Indonesia.

Gubernur menjelaskan bahwa kekayaan sumber daya bahari Sultra, dengan garis pantai yang panjang dan kawasan konservasi laut seluas lebih dari 2 juta hektare, menjadikan provinsi kepulauan ini strategis dalam pembangunan nasional berbasis laut.

Pemprov Sultra telah mengintegrasikan arah pembangunan ekonomi biru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan diperkuat melalui penyusunan Rencana Induk Ekonomi Biru 2025–2045.

Pemprov Sultra
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo menggelar
kegiatan Seminar Nasional bertema Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan oleh pada Rabu (22/10/2025). Foto: Setda Provinsi Sultra @ 2025

Komitmen ini kemudian diwujudkan lebih lanjut dengan peluncuran Peraturan Gubernur tentang Road Map Blue Economy sebagai tonggak pengarusutamaan ekonomi biru dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Kami ingin menjadikan Sultra sebagai laboratorium ekonomi biru Indonesia, yang tidak hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga mendorong inovasi, riset, dan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan kelautan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ucap Gubernur.

Menurutnya, peran pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sangat strategis dalam mendorong transformasi ini. Gubernur berharap Universitas Halu Oleo (UHO) dapat mengambil peran sebagai center of excellence dalam pengembangan riset, inovasi, dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan di bidang kelautan, perikanan, dan pariwisata bahari.

Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sipil dinilai sangat diperlukan.

Gubernur juga mengharapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk terus memberikan dukungan strategis dalam implementasi ekonomi biru di Sultra dan wilayah Indonesia lainnya.

Tim Redaksi