
KENDARI, TEGAS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, memimpin apel pagi secara acak di Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra, Rabu (22/10/2025) pagi.
Apel yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA di halaman Kantor Dinsos Sultra ini dihadiri oleh para pejabat serta seluruh pegawai di lingkungan Dinas Sosial Sultra.
Turut mendampingi Wagub adalah Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Bidang Pemerintah umum Setda Sultra, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Kegiatan apel acak ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam menegakkan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) dan membangun budaya kerja yang produktif.
Dalam arahannya, Wagub Hugua menyampaikan apresiasi atas tingkat kehadiran pegawai yang mencapai 85,5 persen. Angka ini dinilainya sebagai indikator positif meningkatnya kesadaran ASN terhadap kedisiplinan.
“Jadi, hari ini kehadiran mencapai 85,5 persen. Tepuk tangan untuk kita semua,” ujar Wagub disambut tepuk tangan peserta apel.
Menurut Hugua, dengan capaian 85,5 persen, tingkat kedisiplinan saat ini berada dalam kategori sangat baik, dengan nilai kedisiplinan setara 8 dari skala 10. Ia menilai ini adalah pertanda kedisiplinan ASN di lingkup Pemprov Sultra semakin baik dari hari ke hari.
Hugua menjelaskan, kegiatan apel pagi secara acak di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilakukannya bukan merupakan inspeksi mendadak (sidak), melainkan bentuk pengawasan dan pembinaan langsung kepada ASN.
“Saya tidak melakukan sidak, ini bukan sidak kalau ada wartawan. Saya pimpin apel secara acak dari OPD ke OPD. Salah satu tugas Wakil Gubernur adalah melakukan pengawasan, baik terhadap sumber daya manusia, implementasi keuangan daerah, maupun perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Pengawasan terhadap kedisiplinan ASN, lanjut Hugua, merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan. Ia menegaskan, disiplin harus menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran diri, bukan karena tekanan atau aturan semata.
“Kalau disiplin sudah menjadi budaya, maka hidup ini terasa ringan. Tapi kalau disiplin masih dianggap beban, berarti kita belum menyadarinya. Disiplin bukan untuk Gubernur atau Wakil Gubernur, tapi untuk diri kita sendiri,” katanya.
Wagub meyakini, semakin disiplin, semakin bisa menikmati hidup. Hari Sabtu dan Minggu akan benar-benar menjadi hari libur karena sudah bekerja dengan baik di hari-hari sebelumnya.
Selain itu, Hugua juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bersih dan nyaman sebagai bagian dari budaya disiplin. Ia memberikan contoh kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan toilet sebagai cerminan perilaku ASN yang berintegritas.
“Kalau mau merubah kedisiplinan karyawan dan memperbaiki keadaan, maka rubahlah lingkungannya. Begitu lingkungan berubah, budaya pun ikut berubah. Saya bangga, sekarang hampir tidak ada lagi sampah plastik di kantor-kantor. Ini tanda bahwa budaya kerja ASN Sultra sudah mulai berbenah,” tegasnya.
Hugua berpesan agar kebiasaan positif dan tanggung jawab pribadi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kesehatan.
“Panjang umur itu harus disertai aktivitas dan kedisiplinan. Kalau kita bangun pagi, berolahraga, bekerja dengan semangat, maka tubuh sehat, pikiran jernih, dan umur pun panjang,” ujarnya.
Hugua juga memastikan bahwa kegiatan apel acak seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pembinaan ASN lintas OPD.
“Jangan bilang nanti Wagub tidak datang lagi, saya masih akan datang, bisa pagi, bisa sore, secara acak. Karena disiplin ASN adalah milik kita bersama,” pungkasnya.
Tim Redaksi