Sulawesi Tenggara

Arinta Andi Sumangerukka: Perempuan Sultra Garda Terdepan Antikorupsi

427
×

Arinta Andi Sumangerukka: Perempuan Sultra Garda Terdepan Antikorupsi

Sebarkan artikel ini
Arinta Andi Sumangerukka
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka menyampaikan kata sambutan membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Perempuan Antikorupsi Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (12/11/2025). Foto: Setda Provinsi Sultra @2025

KENDARI, TEGAS.CO – Aula Bahteramas Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang biasanya menjadi tempat kegiatan seremonial Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, hari Rabu (12/11/2025), bertransformasi menjadi panggung deklarasi ibu-ibu Tim Penggerak (PKK) Provinsi Sultra melawan korupsi yang dimulai dari keluarga.

Dalam balutan acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Perempuan Antikorupsi Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan tema “Peran Perempuan Sebagai Garda Terdepan Dalam Membangun Budaya Antikorupsi”, hadir sosok yang menjadi magnet perhatian, Arinta Andi Sumangerukka, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra.

Di tengah kehadiran Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), serta tokoh-tokoh perempuan, aktivis, dan penggerak organisasi wanita, Arinta tak sekadar berpidato. Ia menyampaikan narasi tentang perempuan sebagai tiang yang tak terlihat, namun paling kokoh menyangga negara.

Ia menegaskan sebuah filosofi yang nyaris terlupakan, perempuan adalah tiang negara. Logikanya sederhana, namun fundamental, jika perempuannya kuat, berilmu, dan berakhlak mulia, maka fondasi masyarakat dan bangsa akan turut mengeras.

Perempuan kata Arinta, bukan hanya pendamping, tetapi juga pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Dari tangan dan keteladanan perempuanlah lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berani menegakkan kebenaran.

“Ketika kita berbicara tentang pemberantasan korupsi, sesungguhnya kita juga berbicara tentang bagaimana perempuan menjaga nilai-nilai kejujuran di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan sosialnya,” tuturnya.

Dia menekankan bahwa korupsi adalah penyakit moral dan budaya, yang tak cukup disembuhkan dengan sanksi, melainkan dengan keteladanan dan kasih sayang.

TP PKK Sultra
Bimbingan Teknis (Bimtek) Perempuan Antikorupsi Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (12/11/2025) melibatkan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI). Foto: Setda Provinsi Sultra @2025

Arinta menggarisbawahi keselarasan gerakan antikorupsi dengan misi utama PKK yaitu keluarga sebagai pondasi perubahan sosial.

“Gerakan antikorupsi tidak akan berhasil bila keluarga membiarkan perilaku tidak jujur dianggap biasa. Sebaliknya, ketika nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan kesederhanaan diajarkan di rumah, maka generasi penerus akan tumbuh menjadi pribadi yang bersih dan amanah,” ucapnya.

TP-PKK, lanjut Arinta, bertekad menjadi mitra strategis KPK, menyalurkan nilai-nilai antikorupsi hingga ke akar rumput—melalui kelompok dasa wisma, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pendidikan karakter. Ini adalah upaya menanamkan tunas integritas di setiap sudut Bumi Anoa.

Di penghujung sambutannya, Arinta memuji karakter perempuan Sultra yang terkenal tangguh, pekerja keras, dan berani. Kini, saatnya ketangguhan itu diarahkan untuk menjadi pelopor integritas.

“Kini, saatnya perempuan Sultra juga menjadi pelopor integritas menjadi suara yang tegas menolak suap, menolak gratifikasi, dan menolak segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Arinta menyampaikan terima kasih kepada KPK atas inisiatif yang disebutnya sebagai langkah nyata memperkuat gerakan moral dan sosial.

“Melalui kegiatan ini, KPK menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya urusan hukum dan aparat, tetapi juga urusan moral, nilai, dan karakter, di mana perempuan memegang peran yang sangat penting,” ujar Arinta.

Istri dari Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka ini berharap Bimtek Perempuan Antikorupsi ini, akhirnya, bukan sekadar pelatihan. Tapi inisiasi untuk memastikan semangat pemberantasan korupsi tidak hanya bersemayam di kantor-kantor formal, tetapi berakar kuat di dalam jiwa keluarga dan komunitas, dipimpin oleh tangan-tangan lembut, namun berani, para perempuan Sultra.

Publiser: Mas’ud