Berita UtamaKendari

Wali Kota Kendari Rombak Strategi Penanganan Sampah, Targetkan Kota Bersih dan Kesejahteraan Petugas

1011
×

Wali Kota Kendari Rombak Strategi Penanganan Sampah, Targetkan Kota Bersih dan Kesejahteraan Petugas

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Rombak Strategi Penanganan Sampah, Targetkan Kota Bersih dan Kesejahteraan Petugas
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM

KENDARI, TEGAS.CO โ€“ Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengambil langkah serius dalam membenahi sistem pengelolaan sampah ibu kota provinsi. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan sampah di Aula Samaturu, Kantor Balai Kota Kendari, Senin (29/12/2025).

Dalam rakor tersebut, Wali Kota menekankan dua poin krusial: peningkatan frekuensi pengangkutan sampah demi wajah kota yang lebih bersih, serta komitmen peningkatan kesejahteraan bagi para petugas kebersihan.

Guna memastikan tidak ada penumpukan sampah, Siska menginstruksikan adanya peningkatan frekuensi pengangkutan sampah secara signifikan.

Ia menargetkan pengangkutan dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari, khususnya di 11 kecamatan yang memiliki volume sampah tinggi.

Tonton video tiktok tegas.co di bawah ini ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘

โ€œPengangkutan di wilayah tersebut akan ditingkatkan menjadi lima kali per hari. Sementara untuk kecamatan lainnya, frekuensinya tetap berjalan seperti biasa menyesuaikan dengan volume sampah yang relatif lebih sedikit,โ€ ujar Siska dalam arahannya.

Ia juga menegaskan agar operasional pengangkutan tidak ragu dilakukan hingga larut malam jika kondisi lapangan menuntut demikian.

Tujuannya mutlak: memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah yang tercecer di pinggir jalan pada pagi harinya.

Selain aspek teknis, perhatian Siska tertuju pada nasib para petugas kebersihan.

Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam melihat ketimpangan antara beban kerja yang berat dengan upah yang diterima.

Menurut data yang dipaparkan, gaji petugas kebersihan saat ini berada di angka Rp1,3 juta dan belum mengalami kenaikan selama bertahun-tahun.

โ€œKasihan mereka, siang malam bekerja, sementara gajinya hanya sekitar Rp1,3 juta. Kita yang tinggal nyaman, ber-AC, buang sampah sembarangan, tapi mereka yang harus membersihkan,โ€ ungkap Siska dengan nada prihatin.

Siska menegaskan, peningkatan beban kerja harus berbanding lurus dengan kesejahteraan.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menyusun skema penyesuaian anggaran guna kenaikan gaji petugas pada tahun 2026.

Meski kenaikan gaji direncanakan tahun depan, Siska meminta penerapan kerja tambahan dimulai sejak saat ini, khususnya di tujuh kecamatan prioritas.

โ€œKalau bebannya kita tambah, maka kesejahteraan mereka juga harus kita tingkatkan. Kerja dulu baru dibayarkan, dan itu dimulai hari ini,โ€ tegasnya.

Wali Kota optimistis, dengan kombinasi strategi peningkatan frekuensi angkut dan perbaikan kesejahteraan petugas, masalah sampah di Kota Kendari dapat teratasi dengan lebih efektif dan manusiawi.

PUBLISHER: MAS’UD