
KONAWE, TEGAS.CO – Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Dr. Aat Surya Safaat, menekankan profesi jurnalis merupakan pekerjaan terhormat yang setara dengan dokter, pengacara, maupun dosen.
Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan sambutan pelaksanaan UKW di Kabupaten Konawe, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Aat menegaskan, sertifikasi kompetensi adalah syarat mutlak bagi jurnalis untuk membuktikan profesionalismenya.
Menurutnya, langkah ini penting guna mengikis stigma negatif dan penyebutan “wartawan abal-abal” yang masih kerap terdengar di tengah masyarakat.
Mantan Kepala Biro Antara New York ini menjabarkan betapa kuatnya pengaruh media dalam membentuk persepsi publik.
Ia menganalogikan kekuatan pena jurnalis yang mampu mengubah citra seseorang secara drastis.
“Media memiliki peran yang sangat strategis. Media bisa menjadikan ‘cacing menjadi naga’ atau sebaliknya. Sehebat apa pun kinerja pemerintah, jika tidak dibantu oleh publikasi media, maka tidak akan terlihat hasilnya,” ujar Dr. Aat di hadapan para peserta dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Konawe.
Tak hanya terpaku pada berita rutin, Dr. Aat mendorong para jurnalis di Konawe untuk lebih produktif menghasilkan tulisan opini dan naskah taktis sebagai sarana menyuarakan aspirasi rakyat.
Ia mengutip filosofi tersohor René Descartes, “Cogito Ergo Sum” (Aku berpikir maka aku ada), yang ia transformasikan ke dalam ranah jurnalistik menjadi “Aku menulis maka aku ada”.
Menurutnya, eksistensi seorang jurnalis diukur dari buah pemikirannya yang dituangkan dalam tulisan.
Selain penguasaan teknis, aspek integritas dan etika kesantunan menjadi sorotan utama.
Dr. Aat mengingatkan para peserta bahwa “adab berada di atas hukum”.
Jurnalis diminta untuk menjaga marwah profesi melalui sikap, tutur kata, hingga penampilan saat meliput di lapangan.
“Kita ingin mengubah citra wartawan. Wartawan adalah orang yang berpendidikan, berkelas, dan tahu etika. Dari Konawe, kita tunjukkan bahwa wartawan kita santun dan profesional,” tegasnya.
Pelaksanaan UKW ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang formalitas sertifikasi, namun mampu mencetak pilar-pilar pembangunan daerah yang berkompeten dan berintegritas tinggi di Kabupaten Konawe.
PUBLISHER: MAS’UD