
KONAWE, TEGAS.CO – Wakil Bupati Konawe secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan I yang digelar di Kabupaten Konawe, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para insan pers mengenai besarnya kekuatan sebuah tulisan yang mampu mengangkat derajat seseorang, namun di sisi lain juga berpotensi “membunuh” karakter hingga akhir hayat.
“Jari dan tangan Anda bisa membunuh karakter seseorang sampai akhir usianya di muka bumi. Inilah hebatnya saudara-saudaraku insan pers,” ujar Wakil Bupati di hadapan para peserta dan penguji.
Ia menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dengan tidak menulis berita berdasarkan tendensi pribadi atau luapan emosi semata.
Menurutnya, sebuah karya jurnalistik yang sehat harus lahir dari pikiran yang tenang dan rasional agar analisis yang dihasilkan akurat dan bermanfaat bagi publik.
Wakil Bupati juga menyinggung mengenai keabadian jejak digital. Ia mengingatkan bahwa penulis boleh saja berpulang, namun tulisan yang telah dipublikasikan akan tetap hidup dan dibaca oleh masyarakat luas, bahkan dunia.
“Kita boleh mati, tapi tulisan Anda tidak akan pernah mati. Oleh karena itu, informasi yang disajikan harus benar-benar akurat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung pelaksanaan UKW di masa mendatang.
Ia berharap kualifikasi wartawan di Konawe terus meningkat agar selangkah lebih maju dibanding daerah lain.
Selain itu, ia memberikan apresiasi khusus kepada tim penguji dari PWI Pusat dan berharap seluruh peserta dapat lulus dengan hasil yang memuaskan.
Menariknya, sebagai bentuk penyegaran dan apresiasi terhadap kreativitas, pemerintah daerah juga berencana menggelar lomba karya tulis ilmiah dalam rangka menyambut HUT RI atau Hari Sumpah Pemuda mendatang.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan sebuah pepatah yang menekankan pentingnya adaptasi dan integritas:
“Tidak berkembang sama dengan tersingkir. Jika tidak maju, perlahan akan tertinggal lalu tergeser”.
“Hati manusia lebih menakutkan daripada hantu. Hantu hanya menakuti sesaat, tapi manusia bisa menyakiti dengan sengaja”.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Direktur UKW Pusat, perwakilan penguji, serta jajaran Kominfo dan Forkopimda setempat.
PUBLISHER: MAS’UD